Sebaiknya jangan menikah dengan wanita Eropa jika ingin anak tidak terkena anemia
Tampaknya anda kaget dengan judul artikel ini, tetapi ada baiknya jika anda membacanya dahulu sampai selesai agar anda mengerti kenapa saya memberikan judul seperti yang anda lihat diatas.
Sebenarnya artikel ini terkait dengan darah khusunya golongan darah, bukan sistem ABO yang ditemukan furuhata seorang ilmuan dari jepang itu, tetapi ini terkait dengan sisitem pengolongan darah yang ditemukan sekitar 72 tahun lalu sejar tahun 2012 ini, yaitu oleh K. Landsteiner dan Weiner, ilmuan yang menemukan cara baru untuk sitem pengolongan darah yang disebut sistem Rh.
Nah, langsung kepersoalan diatas kenapa tidak baik atau malah tidak boleh menikahi cewek Eropa alias bule?. Jawabannya begini, karena wanita Eropa umumnya memiliki darah dengan resus Rh-. Perlu saya tekankan dan saya garis bawahi bahwa umumnya, sehingga bukan semuanya. Dan laki-laki benua asia khususnya indonesia memiliki golongan darah resus Rh +. Jika misalnya mereka menikah dan mempunyai anak, yang anak pertama mungkin masih normal atau tidak ada kelainan, tetapi saat mengandung anak yang kedua, ada kemungkinan besar anak kedua itu terkena penyakit anemia yang super parah karena didalam darahnya hanya ada sel darah merah yang belum masak atau dalam dunia pendidikan umumnya disebut eritroblas dan ini biasa dinamakan penyakit eritroblastosis faetalis dan ini dapat menyebabkan kematian bagi anak kedua tersebut. Inilah yang saya maksud, sehingga saya beri judul seperti itu tadi, tetapi ini hanya sebuah artikel yang kami buat agar anda lebih tahu. Kembali ke topik. Bagaiamana prosesnya sehingga terjadi seperti itu?. Begini, jika sel darah merah anak pertama tadi masuk kedalam peredaran darah ibu yang beresus Rh- maka akan membentuk antibodi pada ibu, lalu kemudian jika ibu asal eropa tadi hamil anak kedua maka antibodi yang terbentuk tadi akan masuk kedalam peredaran darah janin pada saat kehamilan kedua lalu akan terjadi penolakan. Karcis yang tidak sama dengan persyaratan saja ditolak apalagi ini. Bahasa yang lebih ilmiah lagi adalah meng-aglutinasi-kan alias mungumpalkan sel darah merah yang ada dijanin kandungannya. Nah, inilah yang menyebabkan eritroblastosis tersebut. Mungkin kiranya seperti itulah proses kelainnan tadi, sekarang kita lanjut ke ciri-ciri orangnya.
Terus terang ada banyak ciri-ciri dari penderita eritroblastosis tetapi kami akan menyebutkan intinya saja. Salah satu tandanya adalah si penderita berwarna kuning tubuhnya. Ini dikarenakan pembuluh darah yang ada didalam hati tersumbat oleh sel-sel darah yang rusak sehingga empedu terserap oleh darah.
Tetapi bagaimana jika pria atau laki-laki asal eropa yang memiliki rhesus - menikahi wanita asia atau cewek indonesia yang memiliki Rh +, kata guru saya itu tidak apa-apa, jika anda ingin tahu tetap baca artikel disini. Semoga artikel ini bermanfaat bagi saya khususnya dan anda para pembaca yang budiman pada umumnya, maaf jika kata-kata saya kurang menyenangkan dan menyinggung hati anda.
Sebenarnya artikel ini terkait dengan darah khusunya golongan darah, bukan sistem ABO yang ditemukan furuhata seorang ilmuan dari jepang itu, tetapi ini terkait dengan sisitem pengolongan darah yang ditemukan sekitar 72 tahun lalu sejar tahun 2012 ini, yaitu oleh K. Landsteiner dan Weiner, ilmuan yang menemukan cara baru untuk sitem pengolongan darah yang disebut sistem Rh.
Nah, langsung kepersoalan diatas kenapa tidak baik atau malah tidak boleh menikahi cewek Eropa alias bule?. Jawabannya begini, karena wanita Eropa umumnya memiliki darah dengan resus Rh-. Perlu saya tekankan dan saya garis bawahi bahwa umumnya, sehingga bukan semuanya. Dan laki-laki benua asia khususnya indonesia memiliki golongan darah resus Rh +. Jika misalnya mereka menikah dan mempunyai anak, yang anak pertama mungkin masih normal atau tidak ada kelainan, tetapi saat mengandung anak yang kedua, ada kemungkinan besar anak kedua itu terkena penyakit anemia yang super parah karena didalam darahnya hanya ada sel darah merah yang belum masak atau dalam dunia pendidikan umumnya disebut eritroblas dan ini biasa dinamakan penyakit eritroblastosis faetalis dan ini dapat menyebabkan kematian bagi anak kedua tersebut. Inilah yang saya maksud, sehingga saya beri judul seperti itu tadi, tetapi ini hanya sebuah artikel yang kami buat agar anda lebih tahu. Kembali ke topik. Bagaiamana prosesnya sehingga terjadi seperti itu?. Begini, jika sel darah merah anak pertama tadi masuk kedalam peredaran darah ibu yang beresus Rh- maka akan membentuk antibodi pada ibu, lalu kemudian jika ibu asal eropa tadi hamil anak kedua maka antibodi yang terbentuk tadi akan masuk kedalam peredaran darah janin pada saat kehamilan kedua lalu akan terjadi penolakan. Karcis yang tidak sama dengan persyaratan saja ditolak apalagi ini. Bahasa yang lebih ilmiah lagi adalah meng-aglutinasi-kan alias mungumpalkan sel darah merah yang ada dijanin kandungannya. Nah, inilah yang menyebabkan eritroblastosis tersebut. Mungkin kiranya seperti itulah proses kelainnan tadi, sekarang kita lanjut ke ciri-ciri orangnya.
Terus terang ada banyak ciri-ciri dari penderita eritroblastosis tetapi kami akan menyebutkan intinya saja. Salah satu tandanya adalah si penderita berwarna kuning tubuhnya. Ini dikarenakan pembuluh darah yang ada didalam hati tersumbat oleh sel-sel darah yang rusak sehingga empedu terserap oleh darah.
Tetapi bagaimana jika pria atau laki-laki asal eropa yang memiliki rhesus - menikahi wanita asia atau cewek indonesia yang memiliki Rh +, kata guru saya itu tidak apa-apa, jika anda ingin tahu tetap baca artikel disini. Semoga artikel ini bermanfaat bagi saya khususnya dan anda para pembaca yang budiman pada umumnya, maaf jika kata-kata saya kurang menyenangkan dan menyinggung hati anda.
