Anak tangga terinspirasi dari bentuk DNA
bentuk anak tangga melingkar mirip seperti bentuk DNA
Permasalahan lahan menjadi masalah yang serius di kota besar seperti Jakarta. Salah satu cara mengatasinya dengan membuat rumah bertingkat, rumah susun atau apalah istilahnya. Untuk itu alat seperti anak tangga sangatlah berguna untuk alat naik turun dari satu tingkat rumah ke tingkat rumah lainnya di dalam rumah atupun bisa juga diluar rumah.
Tanggapun tidak hanya berguna bagi bangunan semata tetapi saat ini mode transportasi tak luput dari penggunaannya, seperti bus tingkat werkudara yang ada di kota Solo atau Surakarta. Bus berwarna merah ini seperti namannya saja kita tahu bus ini berbentuk dua tingkat. Nah, untuk menuju ke tinggat kedua bus tersebut ada anak tangga yang tentunya, berguna sekali bukan alat yang satu ini
.
Perkembangan tanggapun semakin bervariasi mulai dari bahan, bentuk dan masih banyak lagi. Yang akan saya bahas sekarang adalah bentuk tangga. Tangga yang marak digunakan sekarang ini tentu karena bentuknya yang tak memakan banyak tempat sehingga sangat cocok untuk jaman ini. Bentuk tangga itupun terasa nyata sama bahkan persis dengan stuktur DNA atau kependekan dari asam dioksiribonuklead yaitu sebuah subtansi yang mengandung informasi genetik, atau mudahnya sesuatu yang mengandung informasi tentang bentuk, sifat dan lainnya mengenai tubuh kita yang diwariskan dari pendahulu kita.
DNA itu bentuknya terpilin ganda dan terhubung persis seperti anak tangga dan bahannya terbuat dari gula pentosa, fosfat dan basa nitrogen yaitu terdiri dari purin dan pirimidin, purin terdiri atas guanin dan adenin, sementara pirimidin terdiri atas sitosin dan timin. Untuk lebih jelasnya lihat gambar dibawah ini.
setelah melihat gambanya dengan teliti didapat bahwa gula pentosa dan fosfat sebagai induk tangganya, mungkin bisa dibilang begitu, dan anak tangganya terdiri dari gabungan basa nitrogen yang saling berhubungan antara guanin dan sitosin yang saling menempel atau bersatu dan timin dengan adenin. Kedua pasangan tersebut selalu setia sehingga dimanapun berada tetap bergabung dan tak mungkin terpisah, itu mungkin yang bisa diingat dan yang sering keluar dalam ujian nasional SMA/sederajat. Kembali lagi ke tadi, bentuknya mirip bukan, mungkin sekali si pendesain anak tangga terinspirasi dan pernah belajar bentuk DNA. Cukup ini dulu artikel dari kami semoga bermanfat untuk anda dan memberikan pengetahuan serta inspirasi yang menarik.
Tanggapun tidak hanya berguna bagi bangunan semata tetapi saat ini mode transportasi tak luput dari penggunaannya, seperti bus tingkat werkudara yang ada di kota Solo atau Surakarta. Bus berwarna merah ini seperti namannya saja kita tahu bus ini berbentuk dua tingkat. Nah, untuk menuju ke tinggat kedua bus tersebut ada anak tangga yang tentunya, berguna sekali bukan alat yang satu ini
.
Perkembangan tanggapun semakin bervariasi mulai dari bahan, bentuk dan masih banyak lagi. Yang akan saya bahas sekarang adalah bentuk tangga. Tangga yang marak digunakan sekarang ini tentu karena bentuknya yang tak memakan banyak tempat sehingga sangat cocok untuk jaman ini. Bentuk tangga itupun terasa nyata sama bahkan persis dengan stuktur DNA atau kependekan dari asam dioksiribonuklead yaitu sebuah subtansi yang mengandung informasi genetik, atau mudahnya sesuatu yang mengandung informasi tentang bentuk, sifat dan lainnya mengenai tubuh kita yang diwariskan dari pendahulu kita.
DNA itu bentuknya terpilin ganda dan terhubung persis seperti anak tangga dan bahannya terbuat dari gula pentosa, fosfat dan basa nitrogen yaitu terdiri dari purin dan pirimidin, purin terdiri atas guanin dan adenin, sementara pirimidin terdiri atas sitosin dan timin. Untuk lebih jelasnya lihat gambar dibawah ini.setelah melihat gambanya dengan teliti didapat bahwa gula pentosa dan fosfat sebagai induk tangganya, mungkin bisa dibilang begitu, dan anak tangganya terdiri dari gabungan basa nitrogen yang saling berhubungan antara guanin dan sitosin yang saling menempel atau bersatu dan timin dengan adenin. Kedua pasangan tersebut selalu setia sehingga dimanapun berada tetap bergabung dan tak mungkin terpisah, itu mungkin yang bisa diingat dan yang sering keluar dalam ujian nasional SMA/sederajat. Kembali lagi ke tadi, bentuknya mirip bukan, mungkin sekali si pendesain anak tangga terinspirasi dan pernah belajar bentuk DNA. Cukup ini dulu artikel dari kami semoga bermanfat untuk anda dan memberikan pengetahuan serta inspirasi yang menarik.
